Kamis, 28 Maret 2013

Bunglon

       Bunglon adalah sejenis kadal kecil yang biasa hidup di pohon. Bunglon adalah hewan yang eksotis dari kelas reptil (kadal). Tampilannya mirip hewan purba. Bentuk rupanya sangat mirip dengan kerabatnya yaitu kadal iguana. Bunglon juga salah satu reptil yang paling terkenal terutama di daerah penduduk asli benua Afrika dan Madagaskar, ditemukan di beberapa tempat lainnya di Eropa dan Asia. Ada lebih dari 120 spesies yang termasuk dalam keluarga bunglon. Yang paling umum bunglon (Chamaeleo) ditemukan di wilayah Mediterania.
       Berbicara Bunglon sebagai orang awam tahunya hanya sebagai kadal yang pandai merubah warna kulit dan pemanjat handal, padahal Bunglon meliputi beberapa marga, seperti Bronchocela, Calotes, Gonocephalus, Pseudocalotes, Aphaniotis dan juga saudara dekatnya yakni cicak terbang (Draco) serta Soa-Soa (Hydrosaurus). 
       Bunglon merupakan sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae. Banyak orang yang mengartikan bahwa bunglon mengubah warna kulitnya sebagai kamuflase atau respon terhadap musuh dan bahaya. Padahal, sesungguhnya tidaklah demikian. Bunglon memang memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya. Tetapi, bunglon tidak bisa berubah kulit ke semua warna, melainkan hanya ke warna-warna tertentu saja. 

Reproduksi
Bunglon bertelur di tanah yang gembur, berpasir atau berserasah. Seperti umumnya anggota suku Agamidae, induk bunglon menggali tanah dengan mempergunakan moncongnya. Kulit telurnya berwarna putih, lentur agak liat serupa perkamen. Sebuah pengamatan yang dilakukan di hutan Situgede, Bogor mencatat bahwa telur bunglon surai dipendam di tanah berpasir di bawah lapisan serasah, persisnya di bawah semak-semak di bagian hutan yang agak terbuka. Telur sebanyak dua buah, lonjong panjang lk. 7×40 mm, diletakkan berjajar dan ditimbun tanah tipis. Di Gunung Walat, Sukabumi, didapati telur yang diletakkan di lapisan humus yang halus di tengah-tengah jalan setapak. Bunglon atau londok (bahasa Sunda) adalah sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae
       Kadal lain yang masih sesuku adalah cecak terbang (Draco spp.) dan soa-soa (Hydrosaurus spp.). Bunglon ini menyebar di pulau-pulau Jawa, Borneo, Bali, Singkep, Sulawesi, Karakelang, kepulauan Salibabu, dan Filipina. 

Habitat
        Bunglon adalah reptil yang umumnya banyak menghabiskan waktunya di pohon (hewan arboreal). Tetapi ada juga jenis bunglon yang biasa hidup di tanah misalnya bunglon Brookesia yang biasa hidup di tanah dalam hutan. Bunglon terdapat di semua benua dengan spesies yang bervariasi.

Anatomi
        Sepintas hewan ini sangat mirip dengan iguana, tetapi jauh lebih kecil. Bunglon jantan biasanya mempunyai tanduk, sirip dan gelambir leher di kepalanya. Ada yang berukuran hanya 2,5 cm seperti bunglon Brookesia, tetapi spesies-spesies lainnya dapat mencapai 60 cm. Bunglon biasanya mempunyai tubuh panjang dan agak pipih dan ekor yang dapat digunakan untuk berpegangan di dahan. Seperti kadal lainnya bunglon memiliki kulit yang bertekstur kasar. Kaki belakang mempunyai dua jari sebelah dalam dan tiga jari sebelah luar. Kaki depan memiliki susunan jari-jari sebaliknya.
       Mata yang menonjol hampir tertutup seluruhnya oleh kelopak mata, menyisakan sedikit bagian yang terbuka. Kedua matanya dapat melihat ke dua arah yang berbeda ke segala arah. Lidahnya berguna untuk menagkap mangsa, yang bisa dijulurkan lebih panjang dari tubuhnya. Bunglon menembak mangsanya dengan lidahnya hanya dalam waktu 0,07 detik.

Lidah Bunglon Lebih Cepat daripada Pesawat Jet Fighter
       Bunglon adalah binatang yang unik. Tak cuma sistem pertahanan canggih, bisamerubah warna kulitnya, binatang ini juga punya 'senjata alami' berbahaya, bak sebuah rudal balistik: lidahnya sendiri.Lidah ini biasanya ditembakkan sebagai senjata yang ampuh untuk menangkapmangsanya, jangkrik atau serangga sejenisnya. Memang banyak binatang lain yang punya lidah berkecepatan tinggi, seperti misalnya salamander, atau beberapa spesies kodok. Namun tetap saja, ilmuwan memyimpulkan bahwa bunglon adalah si pemilik rekor lidah tercepat, bahkan sekaligus pemilik lidah terpanjang.Seperti dikutip dari situs Scientific American, lidah bunglon bisa melesat denganakselerasi mencapai 400 meter per detik kuadrat. Kecepatan lidahnya bisa melejit.
       Tuhan menciptakan sesuatu dengan desain yang maha sempurna. Desain organ pada binatang telah didesain sedemikan rupa sesuai dengan makanannya. Begitu juga bunglon. Akan tetapi dari binatang ini ditemukan fakta mencengangkan. Fakta tersebut adalah kecepatan super lidah bunglon menangkap mangsanya. Jurriaan de Groot dari Universitas Leiden, dan Johan van Leeuwen dari Universitas Wageningen, mengambil film-film sinar X berkecepatan tinggi, yakni 500 bingkai per detik, dalam rangka menyelidiki bagaimana lidah bunglon bekerja ketika menangkap mangsa. Film-film ini menunjukkan bahwa ujung lidah bunglon mengalami percepatan 50 g (g = konstanta gravitasi). Percepatan ini lima kali lebih besar daripada yang dapat dicapai oleh sebuah jet tempur.
       Buku-buku teks zologi menjelaskan bahwa lidah balistik bunglon diperkuat oleh seutas otot pemercepat (akselerator). Otot ini memanjang ketika menekan ke bawah pada tulang lidah, yang berupa tulang rawan kaku di tengah lidah, yang membungkusnya.  Akan tetapi, dalam sebuah penelitian yang telah disetujui untuk diterbitkan oleh majalah ilmiah Proceedings of the Royal Society of London (Series B), dua ahli morfologi yang memelajari kebiasaan makan bunglon menemukan unsur-unsur lain yang terkait dengan gerakan cepat lidah binatang ini.
        Kedua peneliti Belanda ini, Jurriaan de Groot dari Universitas Leiden, dan Johan van Leeuwen dari Universitas Wageningen, mengambil film-film sinar X berkecepatan tinggi, yakni 500 bingkai per detik, dalam rangka menyelidiki bagaimana lidah bunglon bekerja ketika menangkap mangsa.  Film-film ini menunjukkan bahwa ujung lidah bunglon mengalami percepatan 50 g (g = konstanta gravitasi).  Percepatan ini lima kali lebih besar daripada yang dapat dicapai oleh sebuah jet tempur.
       Para peneliti ini membedah jaringan lidah dan menemukan bahwa otot pemercepat sama sekali tidak cukup kuat untuk menghasilkan gaya yang diperlukan ini sendirian.  Dengan meneliti lidah bunglon, mereka menemukan keberadaan sedikitnya 10 bungkus licin, yang hingga saat itu belum diketahui, di antara otot pemercepat dan tulang lidah.  Bungkus-bungkus ini, yang melekat ke tulang lidah di ujungnya yang terdekat dengan mulut, teramati mengandung serat-serat protein berajutan spiral. 
       Serat-serat ini memadat dan berubah bentuk ketika otot pemercepat mengerut dan menyimpan tenaga bagaikan seutas pita karet yang tertekan.  Ketika mencapai ujung bulat tulang lidah, bungkus-bungkus yang ketat dan memanjang ini secara bersamaan menggelincir dan mengerut dengan kekuatan dan melontarkan lidah.  Secepat serat-serat ini menggelincir dari tulang lidah, bungkus-bungkus saling memisahkan diri bagaikan tabung-tabung sebuah teleskop, dan karena itu lidah mencapai jangkauan terjauhnya.  Van Leeuwen berkata, “ini adalah ketapel teleskopis.” Ketapel ini memiliki ciri lain yang amat menyolok.  Ujung lidah mengambil bentuk hampa pada saat menghantam mangsa.  Ketika terlontar, lidah ini dapat menjulur sejauh enam kali panjangnya ketika istirahat di dalam mulut, dan dua kali panjang tubuhnya sendiri.
       Kelompok-kelompok otot dengan sifat-sifat yang berbeda tanpa cela melontarkan lidah, memercepatnya, menyebabkan lidah mengambil bentuk isap ketika menghantam mangsanya dan lalu cepat-cepat menariknya. Kelompok-kelompok otot ini sama sekali tidak saling menghalangi fungsi masing-masing, namun bekerja dengan cara yang terselaraskan dalam menghantam mangsa dan menarik lidah kembali ke mulut dalam waktu kurang dari sedetik. Tambahan lagi, berkat kerjasama antara sistem penglihatan dan otak, kedudukan mangsa diukur dan perintah bagi lidah balistik untuk “menembak!” diberikan oleh syaraf yang mengirimkan isyarat di dalam otak.

Bisa Berubah Warna Kulit
       Hewan kecil ini terkenal karena kemampuannya mengubah warna kulit untuk meniru lingkungan sekitarnya. Warna kulit bunglon biasanya hijau, kuning atau coklat. Bunglon dapat mengubah warna kulitnya. Bunglon biasanya mengubah warna kulitnya saat terkena rangsangan seperti cahaya, temperatur dan emosi. Misalnya saat marah bunglon cenderung mengubah warna kulitnya menjadi lebih gelap. Kemampuan mengubah warna kulit dimanfaatkan bunglon untuk mencari mangsa dan melindungi diri dari predator (pemangsa) dengan cara meniru warna lingungan di sekitarnya.

Penyebab Bunglon Bisa Berganti Warna
Bunglon reptil yang populer karena kemampuannya mengubah warna kulit. Lalu apa yang menyebabkan bunglon dapat berubah warna?

        Bunglon adalah salah satu jenis Chameleon. Terdapat lebih dari 100 jenis Chameleon. Ada yang hanya dapat berubah warna dari coklat ke hijau dan sebaliknya, namun banyak juga yang memiliki banyak koleksi warna menakjubkan di tubuhnya.

        Pigment unik pada lapisan kulit chameleon memberi kemampuan bunglon untuk mengubah warna. Selama ini kita mengira chameleon mengubah warna karena menyesuaikan dengan lingkungan, atau menyelamatkan diri dari musuh. Mengutip penjelasan National Geographic, ternyata penyebab chameleon berubah warna adalah:

1. Sinar Matahari
gambar
Ketika chameleon coklat ingin berjemur di bawah sinar matahari, maka si chameleon akan mengubah warna kulitnya menjadi hijau untuk memaksimalkan refleksi sinar matahari yang didapat.

2. Suhu
gambar
Ketika suhu dingin, kulit chameleon akan berubah berwarna lebih gelap untuk memaksimalkan penyerapan panas.

3. Mood
gambar
Chameleon jantan yang 'ditantang' chameleon lain bisa berubah warna menjadi merah kekuningan. Atau ketika si chameleon 'fall in love', bisa juga warnanya berubah untuk menarik perhatian, misalnya ungu, biru dan kemerahan.

Bunglon merupakan sejenis reptil yang termasuk ke dalam suku (familia) Agamidae. Banyak orang yang mengartikan bahwa bunglon mengubah warna kulitnya sebagai kamuflase atau respon terhadap musuh dan bahaya. Padahal, sesungguhnya tidaklah demikian.

Bunglon memang memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya. Tetapi, bunglon tidak bisa berubah kulit ke semua warna, melainkan hanya ke warna-warna tertentu saja.

Lalu, mengapa bunglon dapat mengubah warna kulitnya? Tentu saja hal ini didukung oleh adanya fungsi dalam tubuh bunglon yang mendukung fungsi tersebut.

4. Bunglon Memiliki Sel-Sel Warna
gambar
Bunglon memiliki sel-sel warna di bawah permukaan kulitnya yang transparan. Di bawah lapisan ini terdapat dua lapisan sel yang mengandung pigmen berwarna merah dan kuning (juga disebut chromatophores).

Di bawahnya lagi ada lapisan sel yang merefleksikan warna biru dan putih. Lalu di bawahnya lagi ada lapisan melanin untuk warna coklat (seperti yang dimiliki manusia).

Minggu, 17 Maret 2013

cerita Abu Nawas


Abu nawas memang menjadi tokoh utama yang sangat senang dengan cerita lucu dengan berbagai kecerdasan dan kreatifitas yang ada pada dirinya.


Abu nawas menjadi orang yang sangat disenangi masyarakat, bukan karena kelucuannya tetapi juga dia adalah ahli sufi yang alim yang dilahirkan dipersia pada tahun 750 masehi. Abu nawas ini bukan hanya fiktif belaka, tetapi memang ada dan merupakan cerita asli dari persia. Dibawah ini merupakan cerita lucu abu nawas yang bisa anda simak dan baca cerita-cerita lucunya dengan seksama.


bapaknya abu nawas merupakan penghulu kerajaan baghdad bernama maulana. pada satu hari bapaknya yang udah tua itu sakit kritis serta kelanjutannya meninggal dunia. abu nawas dipanggil ke istana. la diperintah sultan ( raja ) untuk mengubur jenazah bapaknya itu sebagaimana kebiasaan syeikh maulana.

apa yang dijalankannya nyaris tiada bedanya dengan kadi maulana baik perihal aturan memandikan jenazah sampai mengkafani, menyalati serta mendoakannya, maka sultan bermaksud mengangkat abu nawas jadi kadi atau penghulu mengambil alih kedudukan bapaknya.

tapi buat mendengar gagasan sang sultan. tiba-tiba saja abu yang cerdas itu kelihatan beralih jadi gila. usai upacara pemakaman bapaknya, ia mengambil sepotong batang pisang serta diperlakukannya layaknya kuda, ia menunggang kuda dari batang pisang itu sembari berlari-lari dari kuburan bapaknya menuju rumahnya. orang yang lihat jadi terheran-heran dibuatnya.

pada hari yang lain ia mengajak anak-anak kecil di dalam jumlah yang cukup banyak untuk pergi ke makam bapaknya. serta diatas makam bapaknya itu ia mengajak anak-anak bermain rebana serta bersuka cita. waktu ini seluruh orang makin heran atas perbuatannya itu, mereka berpikiran ia udah jadi gila gara-gara ditinggal mati oleh bapaknya.

pada satu hari ada sebagian orang utusan dari sultan harun al rasyid datang menjumpai abu nawas.

hai abu nawas kau dipanggil sultan untuk menghadap ke istana. kata wazirutusan sultan.
bikin apa sultan memanggilku, saya ga ada kepentingan dengannya. jawabnya dengan entengnya layaknya tanpa beban.
hai ! kau tidak bisa berkata layaknya itu pada rajamu.
hai wazir, kau jangan sampai banyak cakap. cepat ambillah ini kudaku ini serta mandikan di sungai biar bersih serta fresh. kata abu nawas sembari menyodorkan sebatang pohon pisang yang jadikan kuda-kudaan. si wazir cuma geleng-geleng kepala lihat perbuatan abu nawas.

kau ingin apa tidak menghadap sultan ? kata wazir.
katakan pada rajamu, saya udah tahu maka saya tak ingin. jawabnya.
apa maksudnya ? bertanya wazir dengan rasa penasaran.

udah pergi sana, mengatakan saja demikian pada rajamu. sergah abu nawas sambil menyaruk debu serta dilempar ke arah wazir serta teman-temannya. wazir segera menyingkir dari halaman rumah abu nawas. mereka melaporkan situasi abu nawas yang layaknya gak waras itu pada sultan harun al rasyid.

dengan geram sultan berkata, kalian bodoh seluruh, cuma menghadapkan abu nawas kemari saja gak becus ! ayo pergi sana ke rumahnya serta bawa dia kemari dengan minat rela atau pun terpaksa.

si wazir segera mengajak sebagian prajurit istana. serta dengan paksa abu nawas di hadirkan didepan raja. tapi lagi-lagi di depan raja ia berlagak pilon lebih-lebih tingkahnya ugal-ugalan gak sewajarnya ada didepan seorang raja.

abu nawas bersikaplah sopan ! tegur baginda.
ya baginda, tahukah anda. . . . ?
apa. . . ?
baginda. . . terasi itu asalnya dari udang !
kurang ajar kau menghinaku !
tidak baginda ! siapa mengatakan udang datang dari terasi ?

baginda menjadi dilecehkan, ia naik pitam serta segera berikan perintah kepadapara pengawalnya. hajar dia ! pukuli dia jumlah dua puluh lima kali.

abu nawas yang kurus kering itu kelanjutannya lemas gak berdaya dipukuli tentara yang bertubuh kekar. usai dipukuli ia disuruh keluar istana. disaat hingga di pintu gerbang kota, ia dicegat oleh penjaga.

hai abu nawas ! kemarin disaat kau akan masuk ke kota ini kita udah mengadakan perjanjian. masak kau lupa pada janjimu itu ? jikalau engkau diberi hadiah oleh baginda maka engkau berkata : saya untuk dua ; engkau satu sisi, saya satu sisi. nah, saat ini mana bagianku itu ?

hai penjaga pintu gerbang, apakah kau betul-betul mengidamkan hadiah baginda yang didapatkan pada tadi ? lya, semestinya itu kan udah ialah perjanjian kita ?
baik, saya tambahkan seluruhnya, tidak hanya satu sisi !
nyata nya kau baik hati abu nawas. benar-benar harusnya demikian, kau kan udah kerap terima hadiah dari baginda.

tanpa banyak cakap lagi abu nawas mengambil sebatang kayu yang agak besar lantas orang itu dipukulinya jumlah dua puluh lima kali. tentunya orang itu menjerit-jerit kesakitan serta berpikiran abu nawas udah jadi gila.

sesudah penunggu gerbang kota itu klenger abu nawas meninggalkannya demikian saja, ia terus ambil langkah pulang ke rumahnya. sesaat itu si penjaga pintu gerbang mengadukan nasibnya pada sultanharun al rasyid.

ya, tuanku syah alam, ampun beribu ampun. hamba datang kemari mengadukan abu nawas yang udah memukul hamba jumlah dua puluh limakali tanpa satu kekeliruan. hamba mohom keadilan dari tuanku baginda.

baginda segera memerintahkan pengawal untuk memanggil abu nawas. setelaha bu nawas ada didepan baginda ia ditanya. hai abu nawas ! apakah benar kau udah memukuli penunggu pintu gerbang kota ini jumlah dua puluh lima kali pukulan ?

berkata abu nawas, ampun tuanku, hamba melaksanakannya gara-gara udah sepatutnya dia terima pukulan itu. apa maksudmu ? cobalah kau terangkan lantaran musababnya kau memukuli orang itu ? bertanya baginda.

tuanku, kata abu nawas. hamba serta penunggu pintu gerbang ini udah mengadakan perjanjian bahwa jikalau hamba diberi hadiah oleh baginda maka hadiah tersebut bakal dibagi dua. satu sisi untuknya satu sisi buat saya. nah pagi tadi hamba terima hadiah dua puluh lima kali pukulan, maka saya tambahkan juga hadiah dua puluh lima kali pukulan kepadanya.

 hai penunggu pintu gerbang, apakah benar kau sudah mengadakan perjanjian layaknya itu dengan abu nawas ? bertanya baginda.
benar tuanku, jawab penunggu pintu gerbang. tetapi hamba tiada mengira kalau baginda berikan hadiah pukulan.

hahahahaha basic tukang peras, saat ini mengenai batunya kau ! sahut baginda. abu nawas tiada bersalah, lebih-lebih saat ini saya tahu bahwa penjaga pintu gerbang kota baghdad merupakan orang yang tertarik malak, tertarik memeras orang ! bila kau tidak merubah tingkah laku burukmu itu sungguh saya dapat memecat serta menghukum anda !

ampun tuanku, sahut penjaga pintu gerbang dengan gemetar.
abu nawas berkata, tuanku, hamba telah penat, telah ingin istirahat, tiba-tiba harus datang di area ini, meskipun sebenarnya hamba tiada bersalah. hamba mohon tukar rugi. lantaran jatah waktu istirahat hamba telah hilang gara-gara panggilan tuanku. meskipun sebenarnya besok hamba wajib melacak nafkah untuk keluarga hamba.

sesaat baginda melengak, terperanjat atas protes tersebut, akan tetapi tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, hahahaha. . . janganlah was-was nawas.

baginda lantas memerintahkan bendahara kerajaan berikan sekantong duit perak kepadanya. abu nawas lantas pulang dengan hati gembira. namun sesampai di rumahnya ia tetap punya sikap aneh serta lebih-lebih makin nyentrik layaknya orang gila sungguhan. pada satu hari raja harun al rasyid mengadakan rapat dengan banyak menterinya.

apa pendapat kalian perihal abu nawas yang akan kuangkat sebagai kadi ?
wazir atau perdana menteri berkata, memandang situasinnya yang makin kritis otaknya maka baiknya tuanku mengangkat orang lain saja jadi kadi.

menteri-menteri yang lain juga mengutarakan pendapat yang sama. tuanku, ia sudah jadi gila gara-gara itu dia tidak layak jadi kadi.

baiklah, kita tunggulah dulu hingga dua puluh sehari, gara-gara bapaknya baru saja mati. kalau tidak pulih-sembuh juga bolehlah kita melacak kadi yang lain saja.

sehabis melalui 1bulan abu nawas tetap di anggap gila, maka sultan harun alrasyid mengangkat orang lain jadi kadi atau penghulu kerajaan baghdad. konon di dalam satu pertemuan besar ada seseorang bernama polan yang sejak lama berambisi jadi kadi.

la merubah orang-orang di kira-kira baginda untuk menyetujui kalau ia diangkat jadi kadi, maka saat ia mengajukan dirinya jadi kadi terhadap baginda maka dengan mudah baginda menyetujuinya. demikian mendengar polan diangkat jadi kadi maka abu nawas mengucapkan syukur.

alhamdulillah saya sudah lepas dari balak yang mengerikan. tetapi, sayang sekali mengapa wajib polan sebagai kadi, mengapa tidak yang lain saja.

kenapa abu nawas punya sikap layaknya orang gila ? ceritanya begini :
pada satu hari kala ayahnya sakit kritis serta akan meninggal dunia ia panggil abu nawas untuk menghadap. abu nawas lantas datang beroleh bapaknya yang telah lemah lunglai.

berkata bapaknya, hai anakku, saya telah nyaris mati. saat ini ciumlah telinga kanan serta telinga kiriku.
abu nawas segera menuruti permohonan paling akhir bapaknya. la cium telinga kanan bapaknya, nyata nya berbau harum, tetapi yang sebelah kiri berbausangat busuk. bagamaina anakku ? telah kau cium ?
telah papa !
ceritakankan dengan sejujurnya, baunya ke dua telingaku itu.
aduh pak, sungguh mengherankan, telinga papa yang sebelah kanan berbau harum sekali. tetapi. . . yang sebelah kiri kok baunya sangat busuk ?
hai anakku abu nawas, tahukah apa penyebab dapat berjalan begini ?
wahai bapakku, coba ceritakan terhadap anakmu ini.

berkata syeikh maulana pada satu hari datang dua orang mengadukan masalahnya kepadaku. yang seorang saya dengarkan keluhannya. tetapi yang seorang lagi gara-gara saya tidak tertarik maka tidak kudengar pengaduannya. inilah dampak jadi kadi ( penghulu ). kalau kelak kau tertarik jadi kadi maka kau dapat alami hai yang sama, akan tetapi kalau kau tidak tertarik jadi kadi maka buat alasan yang masuk akal supaya kau tidak dipilih sebagai kadi oleh sultan harun al rasyid. tetapi tidak dapat tidak sultan harun al rasyid pastilah konsisten memilihmu sebagai kadi.

nah, tersebut penyebab abu nawas pura-pura jadi gila. cuma untuk menjauhi diri supaya tidak diangkat jadi kadi, seorang kadi atau penghulu pada saat itu kedudukannya layaknya hakim yang memutus satu perkara.
meski abu nawas tidak jadi kadi akan tetapi dia kerap diajak konsultasi oleh sang raja untuk memutus satu perkara. lebih-lebih ia acapkali kali dipaksa datang ke istana sekedar hanya untuk menjawab pertanyaan baginda raja yang aneh-aneh serta tidak masuk akal. 
Semoga informasi mengenai cerita lucu abu nawas ini dapat bermanfaat dan berguna khususnya bagi anda sobat semua yang senang dengan kelucuan-kelucuan. Jangan sampai anda membacanya dikeadaan ramai karena dapat mengakibatkan orang lain mencurigai anda sebagai orang yang tidak waras. Semoga cerita ini bisa tercerna dengan baik oleh anda dan siapa saja yang membacanya.

http://www.naylacorp.com/2013/03/cerita-lucu-abu-nawas.html